Senin, 24 Desember 2012

Pendidikan dan pembelajaran di SD

Pendidikan

Filosofi Pendidikan
Pendidikan bisa saja berawal dari sebelum bayi lahir seperti dilakukan banyak orang dengan memainkan musik dan membaca kepada bayi dalam kandungan dengan harapan ia bisa mengajar bayi mereka sebelum kelahiran.
Bagi sebagian orang, pengalaman kehidupan sehari-hari lebih berarti daripada pendidikan formal. Anggota keluarga mempunyai peran pengajaran yang amat mendalam, sering kali lebih mendalam dari yang disadari mereka, walaupun pengajaran anggota keluarga berjalan secara tidak resmi.

Fungsi Pendidikan
Menurut Horton dan Hunt, lembaga pendidikan berkaitan dengan fungsi yang nyata (manifes). Mempersiapkan  anggota masyarakt untuk mencari nafkah, fungsi laten lembaga sebagai wadah pendidikan, melalui pendidikan di sekolah orang tua melimpahkan tugas dan wewenangnya dalam mendidik anak kepada sekolah.
Sekolah memiliki potensi untuk menanamkan nilai pembangkangan di masyarakat. Hal ini tercermin dengan adanya perbedaan pandangan antara sekolah dan masyarakat tentang sesuatu hal, misalnya pendidikan seks dan sikap terbuka.
Pendidikan sekolah diharapkan dapat mensosialisasikan kepada para anak didiknya untuk menerima perbedaan prestise, privilese, dan status yang ada dalam masyarakat. Memilih dan mengajarkan peranan sosial.
Tingkat satuan pendidikan yang dianggap sebagai dasar pendidikan adalah sekolah dasar. Di sekolah inilah anak didik mengalami proses pendidikan dan pembelajaran. Dan, secara umum pengertian sekolah dasar dapat kita katakan sebagai institusi pendidikan yang menyelenggarakan proses pendidikan dasar dan mendasari proses pendidikan selanjutnya. Pendidikan ini diselenggarakan untuk anak-anak yang telah berusia tujuh tahun dengan asumsi bahwa anak seusia tersebut mempunyai tingkat pemahaman dan kebutuhan pendidikan yang sesuai dengan dirinya. Pendidikan dasar memang diselenggarakan untuk memberikan dasar pengetahuan, sikap dan keterampilan bagi anak didik. Pendidikan dasar inilah yang selanjutnya dikembangkan untuk meningkatkan kualitas diri anak didik. Kita seharusnya memahami pengertian sekolah dasar sehingga dapat mengikuti setiap kegiatan yang diselenggarakan di tingkat ini. Walaupun, kita pengenal pendidikan anak usia dini (PAUD), tetapi setidaknya mereka lebih mengedepankan untuk melatih anak bersosialisasi dengan teman dan masyarakat, bukan untuk mengikuti pendidikan dan pembelajaran yang mengarah pada pemahaman pengetahuan. 
Pembelajaran di SD
Menjadi Guru Profesional memang keinginan semua Guru tetapi untuk meraihnya tidaklah mudah. Butuh pembelajaran dan usaha yang serius. Upaya  mencerdaskan  kehidupan  bangsa  dan  mengembangkan  kualitas  manusia  seutuhnya,  adalah misi pendidikan yang menjadi tanggung jawab professional setiap guru. Guru tidak  cukup hanya menyampaikan materi pengetahuan kepada siswa di kelas tetapi dituntut untuk meningkatkan  kemampuan  guna  mendapatkan  dan  mengelola  informasi  yang  sesuai  dengan  kebutuhan  profesinya.
Mengajar  bukan  lagi  usaha  untuk  menyampaikan  ilmu  pengetahuan,  melainkan juga usaha menciptakan  system lingkungan yang membelajarkan subjek didik agar tujuan  pengajaran dapat tercapai secara optimal. Mengajar dalam pemahaman ini memerlukan suatu strategi  belajar, media belajar, metode, taktik, teknik, pendekatan

Komponen Dalam Pembelajaran
1.             Tujuan pengajaran
Tujuan  pengajaran  merupakan  acuan  yang  dipertimbangkan  untuk  memilih  strategi  belajar  mengajar.
2.            1. Guru
Masing-masing  guru  berbeda  dalam  pengalaman,  pengetahuan,  kemampuan  menyajikan  pelajaran, gaya mengajar, pandangan hidup dan wawasan. Perbedaan ini mengakibatkan adanya  perbedaan dalam pemilihan strategi belajar mengajar yang digunakan dalam program pengajaran.
3.             2. Peserta didik
Dalam kegiatan belajar mengajar peserta didik mempunyai latarbelakang yang berbeda-beda, hal  ini perlu dipertimbangkan dalam menyusun strategi belajar mengajar yang tepat
4.            3. Materi pelajaran
Materi pelajaran dapat dibedakan antara materi formal (isi pelajaran dalam buku teks resmi/buku  paket di sekolah) dan materi informal (bahan-bahan pelajaran yang bersumber dari lingkungan  sekolah)
5.             4. Metode pengajaran
Ada berbagai metode pengajaran yang perlu dipertimbangkan dalam strategi belajar mengajar
6.             5. Media pengajaran
Keberhasilan program belajar mengajar tidak tergantung dari canggih atau tidaknya media yang  digunakan, tetapi dari ketepatan dan keefektifan media yang digunakan.
7.             6. Faktor administrasi dan financial
Terdiri dari jadwal pelajaran, kondisi gedung dan ruang belajar.

Adapun jenjang SD model belajar yang digunakan adalah model belajar  “Lingkar Ilmu”. Yaitu siswa mendatangi dan belajar kepada guru yang ahli di bidangnya  dan membentuk satu kelompok lingkar ilmu. Misalnnya, lingkar ilmu Matematika, lingkar ilmu Tematik dan lain-lain.
Prinsip-prinsip pembelajaran dalam model belajar Lingkar Ilmu ini adalah :
  • Belajar tuntas. Siswa tidak akan belajar tentang kompetensi yang lebih tinggi bila ia belum menguasai  kompetensi yang lebih awal dengan baik. Ini untuk menghindari kebingungan dan kelambatan siswa dalam belajar nantinya. Proses ini akan bersifat evolusioner, namun hasilnya bersifat revolutioner.
  • Setiap siswa itu unik. Setiap siswa memiliki bakat dan kemampuan yang berbeda. Siswa belajar sesuai dengan kemampuan dan kecepatannya masing-masing. Bila seorang siswa mampu dengan cepat menguasai suatu kompetensi, ia dapat segera melanjutkan pada kompetensi berikutnya tanpa harus menunggu temannya.
  • Menjaga Adab. lingkar ilmu ini adalah sarana yang sangat bagus untuk menanamkan adab kepada siswa. Baik adab terhadap ilmu, guru, teman dll. Aspek prilaku/sikap dalam menuntut ilmu disini sangat diperhatikan. Tanpa adab, ilmu tidak akan berarti apa-apa – bahkan bisa membahayakan – dan tidak akan mendekatkan siswa kepada Tuhannya, bahkan makin menjauh.
  • Menghormati otoritas guru. Siswa dapat naik pada level berikutnya bila telah mendapat restu dari guru. Ini untuk menanamkan nilai bahwa kelulusan itu tidak hanya ditentukan oleh selembar kertas. Guru memberitahukan kepada seluruh anggota kelompok lingkar ilmu bila ada seoarng siswa yang telah berhasil mencapai kompetensi tertentu dan mendoakannya.Kedekatan hubungan antara murid dan guru. Guru tahu betul kondisi masing-masing murid dengan lebih spesifik dan dalam. Membantunya bila ada kesulitan, menyayangi dan membimbingnya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar